Dijual; Tasawwuf Ibn ‘Arabi (Studi Komprehensif Tasawuf Sunni)

Juni 29, 2011 12 komentar

segera dapatkan dengan harga spesial, hubungi saya/penulis di email: aboufaateh@yahoo.com
Bagi yang berminat bisa berkirim surat di email saya; aboufaateh@yahoo.com

Tasawwuf Ibn ‘Arabi
(Studi Komprehensif Tasawuf Sunni)

Daftar Isi¬_,
Kata Pengantar_,
Pengantar Penulis_,

Bab I Definisi Tasawuf, Hulûl, Wahdah Al-Wujûd Dan Cakupannya
a. Pengertian Tasawuf, Sejarah Penamaan dan Ajaran-ajarannya_,
b. Ajaran Tasawuf di Masa al-Khulafâ’ al-Râsyidîn_,
c. Landasan Tasawuf; Ilmu dan Amal_,
d. Di Antara Pokok-Pokok Ajaran Kaum Sufi_,
e. Sanad Ajaran Kaum Sufi Dan Khirqah Mereka_,
f. Definisi Yang Salah Tentang Syari’at Dan Hakekat_,
g. Kisah Yang Benar Tentang Nabi Musa Dan Nabi Khadlir_,
h. Kritik Terhadap Pembagian Tasawuf Kepada Akhlaqi Dan Falsafi_,
i. Fenomena Syathahât; Antara Wali Shâhî Dan Wali Jadzab_,
j. Pendapat Mayoritas Ulama Sufi Tentang Al-Hallâj_,
k. Tinjauan Historis Dan Definisi Akidah Hulûl, Dan Wahdah al-Wujûd_,
l. Dasar Akidah Kaum Sufi_,
m. Bantahan Terhadap Kelompok Anti Tasawuf_,

Bab II Biografi Imam Muhyiddin Ibn ‘Arabi
a. Nama dan Kelahiran Ibn ‘Arabi_,
b. Keluarga Ibn ‘Arabi_,
c. Perjalanan Ilmiah Ibn ‘Arabi_,
d. Guru-guru Ibn ‘Arabi_,
e. Tahun Wafat Ibn ‘Arabi_,
f. Karya-karya Ibn ‘Arabi_,
Read more…

Kategori:Tak Berkategori

Kaum Wahabi Telah Mengkafirkan Sahabat Abdullah Ibn Umar, Imam al Bukhari, Dan imam Mereka Sendiri; Ibnu Taimiyah [Ini Buktinya]

September 7, 2010 14 komentar

al Hamdu Lillah, wa ash Shalat Wa as Salam Ala Rasulillah Muhammad,

al Mujassim Ahmad Ibn Taimiyah (w 728 H); imam terkemuka kaum Wahabi, menulis buku berjudul “al Kalim ath Thayyib”. Lihat, ia menamakan karyanya tersebut dengan “al Kalim ath Thayyib”; artinya “KATA-KATA YANG BAIK”. Dalam buku itu, cet. Dar al Kutub al Ilmiyyah Bairut Lebanon, t. 1417, h. 123, Ibn Taimiyah menuliskan riwayat sebagai berikut:

“Dari al Haitsam ibn Hanasy, berkata: “Dahulu, ketika kami duduk di -majelis- sahabat Abdullah ibn Umar ibn al-Khath-thab (semoga ridla Allah selalu tercurah baginya), tiba-tiba kaki beliau terkena “kahdir”; yaitu semacam lumpuh tapi sesaat (tidak permanen), lalu ada seseorang berkata kepadanya: “Sebutkanlah orang yang paling engkau cintai?? Maka sahabat Abdullah ibn Umar berkata: “Yaa Muhammad….”. Kemudian saat itu pula beliau langsung sembuh dari sakitnya tersebut; seakan ia telah terlepas dari ikatan”. Read more…

Kategori:Tak Berkategori

Bahkan Imam Ahlussunnah Terkemuka Sekelas Ibn Hajar al-Asqalani Dituduh Sesat Oleh Kaum Wahabi!!! Na’udzu Billah!!

Juli 8, 2010 14 komentar

Silahkan kunjungi blog/web berikut ini, sangat penting untuk memperdalam aqidah Ahlussunnah Wal Jama'ah dan membongkar aqidah sesat semacam Wahabi; klik

Malasah yang paling banyak mendapat pengingkaran keras dari kaum Musyabbihah [kaum Wahabi di masa sekarang] yang sangat benci terhadap Ilmu Kalam adalah pembahasan nama-nama atau sifat-sifat Allah. Mereka seringkali mengatakan bahwa ungkapan istilah-istilah seperti al-jism (benda/tubuh), al-hadaqah (kelopak mata), al-lisan (lidah), al-huruf (huruf), al-qadam (kaki), al-jauhar (benda), al-‘ardl (sifat benda), al-juz’ (bagian), al-kammiyyah (ukuran) dan lain sebagainya, dalam pembahasan tauhid adalah perkara bid’ah. Mereka mengatakan bahwa dalam mentauhidkan Allah tidak perlu mensucikan Allah dari istilah-istilah tersebut. Menurut mereka pembahasan seperti itu bukan ajaran tauhid yang diajarkan Rasulullah, dan karenanya, -menurut mereka-, hal semacam itu bukan merupakan akidah Ahlussunnah Wal Jama’ah. Read more…

Bukti Aqidah Imam Abu Hanifah “ALLAH ADA TANPA TEMPAT DAN TANPA ARAH”, (Mewaspadai Ajaran Sesat Wahabi)

Juli 1, 2010 11 komentar

Terjemah:

Lima: Apa yang beliau (Imam Abu Hanifah) tunjukan –dalam catatannya–: “Dalam Kitab al-Fiqh al-Absath bahwa ia (Imam Abu Hanifah) berkata: Allah ada tanpa permulaan dan tanpa tempat, Dia ada sebelum menciptakan segala makhluk, Dia ada sebelum ada tempat, sebelum segala ciptaan, sebelum segala sesuatu”. Dialah yang mengadakan/menciptakan segala sesuatu dari tidak ada, oleh karenanya maka tempat dan arah itu bukan sesuatu yang qadim (artinya keduanya adalah makhluk/ciptaan Allah). Dalam catatan Imam Abu Hanifah ini terdapat pemahaman2 penting:

  1. Terdapat argumen bahwa seandainya Allah berada pada tempat dan arah maka berarti tempat dan arah tersebut adalah sesuatu yang qadim (tidak memiliki permulaan), juga berarti bahwa Allah adalah benda (memiliki bentuk dan ukuran). Karena pengertian “tempat” adalah sesuatu/ruang kosong yang diwadahi oleh benda, dan pengertian “arah” adalah puncak/akhir penghabisan dari tujuan suatu isyarat dan tujuan dari sesuatu yang bergerak. Dengan demikian maka arah dan tempat ini hanya berlaku bagi sesuatu yang merupakan benda dan yang memiliki bentuk dan ukuran saja; dan ini adalah perkara mustahil atas Allah (artinya Allah bukan benda) sebagaimana telah dijelaskan dalam penjelasan yang lalu. Oleh karena itulah beliau (Imam Abu Hanifah berkata: “Allah ada tanpa permulaan dan tanpa tempat, Dia ada sebelum menciptakan segala makhluk, Dia ada sebelum ada tempat, sebelum segala ciptaan, sebelum segala sesuatu sesuatu”.
    Sementara apa yang disangkakan oleh Ibn Taimiyah bahwa arsy adalah sesuatu yang qadim (tidak bermula) adalah pendapat SESAT, sebagaimana kesesatan ini telah dijelaskan dalam Kitab Syarh al-Aqa’id al-’Adludliyyah.
  2. Sebagai jawaban bahwa Allah tidak dikatakan di dalam alam adalah oleh karena mutahil Allah berada di dalam susuatu yang notabene makhluk-Nya. Dan bahwa Allah tidak dikatakan di luar alam adalah oleh karena Allah ada (tanpa permulaan) sebelum adanya segala makhluk, dan Dia ada sebelum adanya segala tempat dan arah. Karena itulah beliau (Imam Abu Hanifah berkata: “Dia (Allah) adalah Pencipta segala sesuatu”.

Keterangan:
Kitab ini berjudul Isyarat al-Maram Min ‘Ibarat al-Imam adalah karya Imam al-Bayyadli. Isinya adalah penjelasan aqidah yang diyakini oleh Imam Abu Hanifah sesuai risalah2 yang ditulis oleh Imam Abu Hanifah sendiri.

Penjelasan Tentang Riddah (Keluar Dari Islam) Dari Berbagai Kitab Para Ulama 4 Madzhab [Supaya Kita Selalu Terhindar Dari Kufur]

Juni 6, 2010 8 komentar

الردة
الردة وهي قطع الإسلام، وتنقسم إلى ثلاثة أقسام: أفعال وأقوالٌ واعتقادات كما اتَّفقَ على ذلك أهل المذاهب الأربعة وغيرهم، كالنووي (ت676 هـ) وغيره من الشافعية، وابن عابدين ( ت 1252 هـ ) وغيره من الحنفية، ومحمد عليش ( ت1299 هـ ) وغيره من المالكية، والبهوتي ( ت 1051 هـ) وغيره من الحنابلة.

Riddah
Riddah adalah memutuskan Islam. Riddah terbagi kepada tiga macam; riddah (keluar dari Islam) karena perbuatan, karena perkataan dan karena keyakinan. Pembagian ini telah disepakati oleh para ulama dari empat madzhab dan lainnya; seperti, al-Imam an-Nawawi (w 676 H) dan lainnya dari ulama madzhab Syafi’i, al-Imam Ibn Abidin (w 1252 H) dan lainnya dari ulama madzhab Hanafi, Syekh Muhammad Illaisy (w 1299 H) dan lainnya dari ulama madzhab Maliki, dan al-Imam al-Buhuti (w 1051 H) dan lainnya dari ulama madzhab Hanbali. Read more…

Para Ulama Ahlussunnah Memerangi Ibn Taimiyah [Mengenal "Tiang Utama" Ajaran Sesat Wahabi]

Juni 1, 2010 15 komentar

Para Ulama Telah Membantah Muhammad Ibn Abd Al-Wahhab; Perintis Gerakan Wahhabi. Klik gambar!!!!Ibn Taimiyah (w 728 H) adalah sosok kontroversial yang segala kesesatannya telah dibantah oleh berbagai lapisan ulama dari empat madzhab; ulama madzhab Syafi’i, ulama madzhab Hanafi, ulama madzhab Maliki, dan oleh para ulama madzhab Hanbali. Bantahan-bantahan tersebut datang dari mereka yang hidup semasa dengan Ibn Taimiyah sendiri maupun dari mereka yang datang setelahnya. Berikut ini adalah di antara para ulama tersebut dengan beberapa karyanya masing-masing :

  1. Al-Qâdlî al-Mufassir Badruddin Muhammad ibn Ibrahim ibn Jama’ah asy-Syafi’i (w 733 H).
  2. Al-Qâdlî Ibn Muhammad al-Hariri al-Anshari al-Hanafi.
  3. Al-Qâdlî Muhammad ibn Abi Bakr al-Maliki.
  4. Al-Qâdlî Ahmad ibn Umar al-Maqdisi al-Hanbali. Ibn Taimiyah di masa hidupnya dipenjarakan karena kesesatannya hingga meninggal di dalam penjara dengan rekomedasi fatwa dari para hakim ulama empat madzhab ini, yaitu pada tahun 726 H. Lihat peristiwa ini dalam kitab ‘Uyûn at-Tawârikh karya Imam al-Kutubi, dan dalam kitab Najm al-Muhtadî Fî Rajm al-Mu’tadî karya Imam Ibn al-Mu’allim al-Qurasyi. Read more…

Siapakah Ibn Qayyim al-Jawziyyah? [Mengenal Salah Satu "Tiang" Aqidah Sesat Wahabi]

Juni 1, 2010 6 komentar

al-Wajh Pada Hak Allah Bukan Dalam Makna Muka Atau Anggota Badan (Mewaspadai Aqidah Sesat Wahabi). Kaum Wahabi berkeyakinan sesat mengatakan ALlah bertempat di atasy arsy, lalu pada saat yang sama mereka juga mengatakan Allah bertempat di langit, di dua tempat heh!!! Na'udzu Billah. Ingat, Aqidah Rasulullah, keluarga, para sahabat, dan mayoritas umat Islam Ahlussunnah Wal Jama'ah berkeyakinan bahwa ALLAH ADA TANPA TEMPAT DAN TANPA ARAH. Waspadai ajaran sesat Wahabi, klik gambar!!!!!

al-Wajh Pada Hak Allah Bukan Dalam Makna Muka Atau Anggota Badan (Mewaspadai Aqidah Sesat Wahabi). Kaum Wahabi berkeyakinan sesat mengatakan ALlah bertempat di atasy arsy, lalu pada saat yang sama mereka juga mengatakan Allah bertempat di langit, di dua tempat heh!!! Na'udzu Billah. Ingat, Aqidah Rasulullah, keluarga, para sahabat, dan mayoritas umat Islam Ahlussunnah Wal Jama'ah berkeyakinan bahwa ALLAH ADA TANPA TEMPAT DAN TANPA ARAH. Waspadai ajaran sesat Wahabi, klik gambar!!!!!

Ia bernama Muhammad ibn Abi Bakr ibn Ayyub az-Zar’i, dikenal dengan nama Ibn Qayyim al-Jawziyyah, lahir tahun 691 hijriyah dan wafat tahun 751 hijriyah. Al-Dzahabi dalam kitab al-Mu’jam al-Mukhtash menuliskan tentang sosok Ibn Qayyim sebagai berikut:

“Ia tertarik dengan disiplin Hadits, matan-matan-nya, dan para perawinya. Ia juga berkecimpung dalam bidang fiqih dan cukup kompeten di dalamnya. Ia juga mendalami ilmu nahwu dan lainnya. Ia telah dipenjarakan beberapa kali karena pengingkarannya terhadap kebolehan melakukan perjalanan untuk ziarah ke makam Nabi Ibrahim. Ia menyibukan diri dengan menulis beberapa karya dan menyebarkan ilmu-ilmunya, hanya saja ia seorang yang suka merasa paling benar dan terlena dengan pendapat-pendapatnya sendiri, hingga ia menjadi seorang yang terlalu berani atau nekad dalam banyak permasalahan” (al-Mu’jam al-Mukhtash). Read more…

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.

Bergabunglah dengan 37 pengikut lainnya.